TIGA JOKER MASUK KAMPUNGHari senin kemarin saya bertiga dengan teman saya mengujungi sebuah muhafadjoh (propinsi) yang temasuk salah satu yang di miliki Egypt . Pada awalnya sih kita bertiga pergi ke sana ingin menghilangkan kepenatan karena memanfaatkan liburan yang telah datang, tapi tujuan utamanya kita pergi ke tempat ini untuk mencari arusah ( istri ), tapi bukan untuk saya, saya hanya mengantar teman saja. Yang ngebet ingin punya istri orang mesir.
Menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam mengandarai sebuah mobil el teramco (angkot) yang membawa kita bertiga dari terminal ramsis ( Cairo ), menuju kota Tonto kampung kutama, saya pikir dulu awal saya datang ke Egypt ini, yang saya bayangkan hanyalah sebuah hamparan ladang pasir karena terkenal dengan panasnya, tapi setelah saya sampai di Negara yang di kenal dengan sebutan seribu menaranya ini, ternyata banyak juga profinsi-profinsi yang termasuk lahan subur yah salah satunya kota Tonto ini dan juga setelah saya teliti bukan hanya Tonto sajalah yang termasuk lahan subur ada juga profinsi-profinsi lain yang tidak kalah suburnya, tapi jangan salah ada daerah yang lahan subur ada juga bahkan bukan ada tapi lebih luas tempat yang sejauh mata memandang itu hanyalah hamparan padang pasir yang indah yang belum pernah terjamah oleh manusia karena saking luasnya mungkin, kalau kita ingin melihat ladang hijau yang luas seperti di pulau jawa yang penuh akan padi-padinya yah kita bisa pergi ke Tonto, tapi kalau ingin melihat hamparan padang pasir kita bisa pergi kearah tursina ( saint cathrine )yah memang sih kita bias memilih dua jalan kalau mau pergi ke sana, ada jalan jiro`I (perkampungan) dan jalan sohrowi (padang pasir) kalau kita melewati jalur jiro`I kita bisa melihat perkampungan yang ramai akan penduduknya, tapi kalau kita melalui jalan sohrowi yah seperti yang saya bilang tadi hanyalah hamparan padang pasir yang kita bisa lihat yaitu hamparan pasir yang tanpa penghuni.
Ok kembali kita ke Tonto, sesampainya kita ketempat yang di tuju betapa kagetnya saya, kita memasuki salah satu rumah yang kita kenal penghuninya ( orng mesir asli lho ) bukan karena saya masuk rumah org mesirnya yang membuat saya terkaget, tapi sambutan dari tuan rumah pihak wanita saya masuki rumahnya, kok saya disalami dengan berjabat tangan saya pikir lumayan sih cantik juga, tapi yang saya sayangkan kenapa saya mau berjabatan salam dengan wanita itu. Usut punya usut wanita itulah yang ditaksir oleh salah satu teman saya yang ingin sekali nikah sama wanita mesir, dan setelah dijelaskan kalau pemahaman kita dan mereka itu berbeda, menurut mereka berjabatan tangan dengan lawan jenis itu tidak masalah ( lihat perbedaan mazhab fiqih ), yah ok lah ga apa-apa sekali-sekali jabatan tangan sama wanita ternyata enak juga yah hehehe……
Waktu sore tiba kami diperkenalkan oleh satu tetangga mereka, diajaklah kami kerumahnya untuk sekedar basa-basi ternyata warga disana ramah-ramah sekali mungkin Karena kami ini orang asing jadi mereka menjamunya dengan berbeda, semua warga yang mereka kenal mereka panggil hanya untuk berjabat tangan kepada kita dan warga sekitar juga sepertinya senang sekali, setelah cukup omong-omong kita melaksanakan sholat magrib berjamaah di masjid, tapi apa setelah itu, kami bertiga jadi perhatian warga kampung ( enak juga sih seperti artis ) salah satu tetua disana memaksa kami dengan menarik tangan kami untuk berziarah kerumahnya, akhirnya yah kami tunaikan lah undangan itu, kita mengobrol-ngobrol ttg mesir, Indonesia, yah segala tetek bengeklah yang kita belum tahu jadi tahu tentang mesir khususnya sih keadaan kampung ini.
So akhirnya kami kembali ketempat awal kita sampai yaitu rumah syekh robi`, saya ingin melihat lagi seberapa cantik sih wanita yang jadi kecengan teman saya ini, karena tadi siang awal kita sampai kerumah ini saya tidak memperhatikan dengan jelas karena saya belum tahu kalo wanita itulah kecengan temen saya, yah ok juga lah bagus juga tuk meperbaiki keturunan, Karena tinggi, hidung mancung, putih yah lumayan lah, setelah basa-basi ngobrol dengan tuan rumah kami bertiga diajak melihat Tonto malam, ternyata asyik juga, setelah saya tinggal di Cairo ibukotanya mesir yang ramai dengan hiruk pikuknya kendaraan dan para manusia, saya melihat kota Tonto yang lengang, adem, tentrem, dan kebetulan ada pesta perkawinan wah tambah seru aja, pemuda dan pemudinya banyak yang berjoget, bergoyang layaknya dansa tapi dansa kelas kampung tapi asyik juga, saya melihat seperti itu ko bisa yah negara yang kental akan Islamnya bejoget seperti itu, saya menanyakan tentang joget itu kepada teman saya orang mesir penduduk asli Tonto, kenapa mereka (pemuda-pemudinya) berjoget, dan ia menjawab, seperti ini sudah biasa disini sudah jadi hukum adat, yah seperti di masjid tadi bukannya warga menyaksikan pesta walimatul ursry, tapi malah memandangi kami, mungkin menurut mereka ko ada jacky chan di mesir………. Dan saya dibuat terkaget juga di pesta tadi setelah saya cari tahu berpa mahar untuk wanitanya betapa tercengangnya saya, uang sebesar 50.000 pound mesir untuk ngedapetin wanita mesir, kalau di kurskan sekitar kurang lebih 85 jutaan lah. Yah setelah capek kita berputar-putar menikmati indahnya malam kota Tonto kembali lah kita ketempat awal untuk tidur, dan setelah pagi bukannya temen saya menedektai kecengannya malah gerogi and down yah sudah lah, temen saya itu takut untuk sekdar PEDEKATE dan akhirnya pulang kembali ke Cairo dan niatnya sih kita akan kembali lagi hari kamisnya untuk menanyakan tentang kesiapan gadis itu (semoga aja diterima) selama diperjalanan tulisan inilah yang menemani saya hingga sampai Cairo…… maaf kalo kurang bisa dimengerti karena dalam keadaan capek…… selamat menikmati